Friday, October 31, 2014


 
              Link ROCK
              Rock Denpasar
              Rock Jakarta
              Rock Surabaya
              Rock Makassar
              Rock Malang
              Rock Sidney
              Rock Singapore
              Rock Pandaan
              Rock Nusa Dua
              Rock Batam
              Rock Banjarmasin
              Rock Bandung
              Rock Sorong Galery
 
News & Updates

              
 
 


SEKILAS ROCK MINISTRY SORONG


Eksodusnya anak-anak Tuhan dari Ambon ke tanah Papua akibat konflik di Maluku tahun 1999 merupakan awal perjalanan GBI ROCK Ministry di Kota Sorong yang kala itu masih disebut GBI Batu Karang dan berada dibawah pelayanan GBI Bethany dengan Tim pengembalaannya yaitu Pdt. Dr. Alex Tanuseputra di Surabaya, Pdt. Ir. Niko Nyotoraharjo di Jakarta dan Pdt. Ir. Timotius Arifin di Denpasar Bali.

Perjumpaan dua anak Tuhan yaitu Ibu Vonny Kumbangsila dan Ibu Itje Balubun pada Februari 2000 di Pasar Remu kemudian dipakai Tuhan sebagai benih sulung dimulainya Jemaat ini. Bersama beberapa anak Tuhan lain seperti sdr. No Latuny (kini Gembala Gereja Bethany Indonesia Sorong), Pdm. Jansen Barias, Pdp. Darius Rumpaisum, Ibu Lidya Korwa, Non Kakisina dll-nya dibawah pelayanan Pdm. Bram Uniplaita (Gembala GBI Batu Karang Biak), dimulailah pertemuan ibadah di rumah bapak Drs. Ely Kumbangsila di Jalan Puak - HBM Sorong.

Sungguh Dia berkarya indah pada waktunya; tepat pada tanggal 4 Juni 2000, bertempat di Restoran Hotel Mariat Sorong, kisahnya Tuhan semakin berwujud nyata dengan diresmikan dan diteguhkan berdirinya Jemaat GBI Batu Karang Sorong oleh Ketua BPW GBI Kota dan Kabupaten Sorong, bapak Pdt. Lucky Rumaniowy.

Sejarah perjalanan GBI Batu Karang Sorong terus bergerak mengikuti aliran tuntunan dan kehendak Roh Kudus di bawah penggembalaan Pdt. Bram Uniplaita yang berkedudukan di Biak, sementara koordinasi pelayanan di Sorong dipercayakan kepada sdr. Pdp. Darius Rumpaisum. Tanggal 4 April 2001, tongkat estafet pelayananpun diserahkan kepada Pdp. Jusuf Makaluy yag diutus dari Biak ke Sorong.

Di awal Juni 2001, Pdm. Stev Retraubun diutus Tuhan dari Ambon lewat hamba-Nya bapak Pdt. Christ Manusama (Gembala Rayon GBI Bethany Wilayah Maluku dan Papua) menjadi Koordinator GBI Batu Karang Sorong menggantikan Pdp. Jusuf Makaluy yang kembali ke pos pelayanan di Biak.

Pada tanggal 4 Juni 2002, bertepatan dengan Ulang Tahun ke-2 GBI Batu Karang Sorong, status Koordinator GBI Batu Karang Sorong ditingkatkan menjadi Gembala GBI Batu Karang Sorong (sekarang benama GBI ROCK Ministry Sorong) dan digembalakan oleh Pdt. Stev Retraubun hingga saat ini.

Tentu, kisah perjalanan GBI ROCK Ministry Sorong tak terlepas dari berbagai tantangan dan ujian. Namun, dengan keyakinan bahwa Tuhan Yesuslah yang membuka kebun anggur-Nya, DIA pun akan menyelesaikan segala sesuatu sesuai dengan rencana-Nya. Betapa tidak? Sebagaimana terjadi di tempat lain, kemuliaan Kerajaan-Nya pun terus dinyatakan dengan sangat luar biasa, bailk aspek rohani maupun fisiknya di Jemaat ini.


KEIK YEHUDA


Keik Yehuda, demikianlah nama yang diberikan untuk Gedung Ibadah GBI ROCK Ministry Sorong. Nama ini  merupakan perpaduan dua kata yang berbeda asal - usulnya :
            - "Keik" artinya "rumah", berasal dari bahasa
               suku Mooy, suku asli di kota Sorong.
            - "Yehuda" (Kejadian 29:35), artinya bersyukur
               kepada atau memuji Tuhan.

Sebutan nama gedung ini kemudian dimaknai sebagai Rumah Pujian & Penyembahan (bd. Matius 21:16, Mazmur 8:3). Menelusuri makna nama gedung ini maka dirindukan agar pancaran performa rohaninya menghadirkan kemuliaan Tuhan yang harus berdampak luas di negeri ini, jauh melampaui tampilan fisiknya.

Diarsiteki oleh CV. Sinar Waropen Konsultan Sorong, gedung ini mulai dibangun pada bulan Mei 2004 di atas lahan seluas 1.169 m2 dengan estimasi biaya Rp. 2.714.000.000,-.

Terhadap kebutuhan dana yang sedemikian besra, Keik Yehuda dibangun dengan mengandalkan tindakan doa berdasarkan iman dan pengharapan atas kepastian kasih dan anugerah Tuhan Yesus Kristus. Oleh roh yang rela yang dicurahkan-Nya kepada Jemaat GBI Rock Ministry Sorong dan kepada anak - anak Tuhan baik di Jakarta, Surabaya, Manado, Ambon, Sorong serta Jemaat GBI Rock Ministry di Jayapura, Fak-Fak dan E.R.C. Ministry di Belanda, aliran dana pun terkumpul.

Arahan serta motivasi yang kuat dan tegas dari Gembala GBI ROCK Sorong kepada panitia Pembangunan yang dipimpin oleh bapak Johanes Go dan bapak Sundy Tenders agar tidak mencari dan atau mengumpulkan dana baik Pemerinta Daerah maupun melalui aki pengumpulan dana sebagaimana yang sudah terbiasa dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat ternyata semakin memacu dan sekalugus mengokohkan sikap keimanan jemaat untuk terus menabur.

Puji Tuhan! Dengan keyakinan yang sungguh akan kuasa kasih Tuhan Yesus Kristus, Sang Arsitek Agung dan Kontraktor Agung itu (d Maz. 127:1) maka pada akhirnya pembangunan Keik Yehuda dapat diselesaikan dengan menghabiskan dana riel baik untuk kebutuhan fisik maupun non fiik sebesar Rp. 2.85 Mlyar, belum termauk nilai bantuan dan sumbangan berupa material dari beberapa anak Tuhan.

Beberapa gambaran tentang kondisi fisik bangunan Keik Yehuda adalah sebagai berikut :

1. Ruang Ibadah :
    - Berkapasitas kurang lebih 1000 jemaat
    - Dilengkapi fasilitas Air Conditioner, Projector,
      TV Monitor.
2. Lantai Dasar : 1 ruang ganti, 1 kamar tidur tamu dan
    ruang makan.
    Lantai 2 : Ruang Sekertariat, Menara Doa dan Ruang
    Konseling.
3.Terdapat 2 bh toilet untuk Jemaat disisi timur dan barat
    bagian depan gedung dan 2 bh toilet di bagian belakang
    untuk pelayan.
4. Dilengkapi Genset berkekuatan 85 KVA.